Berburu Skema Pembiayaan Perumahan Ideal

IRAI (Independent Research & Advisory Indonesia) pada hari Kamis, 26 September 2019 menggelar Diskusi Kelompok Terarah (Focus Group Discussion) terkait skema pembayaran rumah yang terjangkau untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Hal ini diadakan dengan tujuan untuk mengatasi permasalahan atas terus terjadinya peningkatan harga rumah, sehingga semakin sulit untuk dijangkau masyarakat. Pasalnya, kenaikan harga rumah setiap tahun tidak sebanding dengan kenaikan pendapatan yang diterima oleh masyarakat.

Diskusi ini dihadiri oleh para stakeholder terkait seperti Kurniawan Agung (Deputi Direktur Group Korporasi & Rumah Tangga Bank Indonesia), Herry TZ (Ahli Finansial Kementrian PUPR), Ir. Monhilal (Direktorat Pembiayaan Perumahan, Kementerian PUPR),  Lin Che Wei (Policy Advisor Kementrian Perekonomian), Bambang Harimurti (Senior Advisor IRAI), Arief Baginda Siregar (Deputi Komisioner BP TAPERA), Suyono Dikun (Professor bidang transportasi dan Infrastruktur UI) dan Kukuh Ariadi (Wijaya Karya)

Suasana FGD

Diskusi tersebut diadakan untuk mengidentifikasi berbagai isu yang selama ini menjadi kendala dalam menemukan skema pembiayaan rumah yang ideal. Diantaranya adalah terjadinya perlambatan ekonomi global yang turut menyebabkan melambatnya perkembangan properti, identifikasi penerima subsidi yang tepat dengan menitikberatkan kepada kalangan masyarakat yang sudah berkeluarga, penyederhanaan fitur pembiayaan rumah seperti aksesibilitas, ketersediaan dan keberlangsungan rumah terjangkau, mencontoh skema pembiayaan rumah di negara-negara maju dan pentingnya integrasi infrastruktur transportasi dan lokasi perumahan agar dana subsidi tidak menjadi terlalu besar.

Kurniawan Agung (Deputi Direktur Group Korporasi & Rumah Tangga Bank Indonesia)
Lin Che Wei (Policy Advisor Kementrian Perekonomian)
Bambang Harymurti (Senior Advisor IRAI)

Selain itu, di lain sisi para pengembang juga diharapkan untuk meningkatkan sosialisasi skema pembiayaan rumah kepada masyarakat luas, terutama untuk pembeli rumah pertama. Terlebih sikap generasi pembeli rumah pertama saat ini yang memiliki tantangan dalam pengelolaan prioritas pengeluaran. Sosialisasi skema-skema yang telah digencarkan perlu ditingkatkan kembali termasuk peraturannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kepemilikan rumah.

Begin typing your search term above and press enter to search. Press ESC to cancel.

Back To Top